Letak Kata Sifat (Adjectives)

Dimana seharusnya kata sifat diletakkan dalam sebuah kalimat? Mari simak ulasan dari Peace Kampung Inggris berikut:

Kata sifat sebelum kata benda

Kata sifat normalnya diletakkan sebelum kata benda dan ini dikenal sebagai posisi perubah atau atribut (karena bersifat memodifikasi makna dari kata benda). Maka dari itu, kita normalnya mengatakan:

  • Getting all the way round Brazil in five working days proved an impossible mission. (Berkeliling se-antero Brazil dalam lima hari kerja terbukti sebuah misi yang tidak mungkin)
  • He asked me a number of difficult questions. (Dia menanyakan kepada saya sejumlah pertanyaan sulit)
  • I was sitting next to the open window which I couldn’t close. (Saya sedang duduk disebelah jendela yang terbuka  yang tidak dapat saya tutup)

Kalau anda pernah mendengar frase ‘Mission Impossible’ yang seingat saya berasal dari nama sebuah serial televise Amerika yang kemudian dibuat menjadi sebuah film. Faktanya, tidak ada alasan untuk meletakkan kata sifat setelah kata benda ‘mission (noun) – impossible (adjective)’ selain untuk memberikan efek. Judul ini menjadi terdengar orisinil dan karena itu menarik perhatian.

Pengecualian atas aturan umum : Kata sifat setelah kata benda

Kata sifat atribut dapat diletakkan setelah kata kerja yang memiliki ‘to be’ ( is, am, are, was, were) dan kata kerja kopuler (copular verbs) lainnya. Jadi kita akan memiliki kalimat seperti:

  • The mission was impossible. (Misi itu mustahil)
  • All the questions he asked were difficult. (Seluruh pertanyaan yang dia tanyakan sulit)
  • The window remained open. (Jendelanya tetap terbuka)

Kata kerja kopuler adalah jenis kata kerja yang digunakan untuk menggabungkan kata sifat atau kata benda untuk melengkapi subyek, mediskripsikan keadaan dari sesuatu atau seseorang atau perubahan keadaan. Kata ini meliputi ‘to be’ (is, am, are, was, were) dan kata-kata seperti seem  appear, look, sound, smell, tastefeel, getbecomestayremainkeepgrowgoturn:

  • The policemen became angry. (Polisi itu menjadi marah)
  • The suspects remained calm although I could see that they were anxious. (Para tersangka tetap tenang meskipun saya dapat melihat bahwa mereka cemas)
  • The soup lookedsmelt and tasted good. (Supnya terlihat, tercium dan terasa enak)

Dan juga, kata sifat atribut dengan pelengkap mereka sendiri, contoh: capable of achieving first-class degrees (mampu meraih gelar kelas satu), biasanya membutuhkan keseluruhan ungkapan (yang menjadi satu kesatuan keterangan) untuk muncul setelah kata benda dan bukannya sebelum kata benda:

  • We are recruiting students capable of achieving first-class degrees. (Kami merekrut murid-murid yang mampu meraih gelar kelas satu)
    NOT: We are recruiting capable of achieving first class degree students.
    BUT: She was a capable student.

Klausa ‘students capable of achieving first-class degrees’ menjadi satu kesatuan frase yang menerangkan criteria murid yang direkrut.

  • I used to live in a house next to the Royal Opera House. (Saya biasanya tinggal di sebuah rumah di sebelah Gedung Opera Royal)
    NOT: I used to live in a next to the Royal Opera House house.
    BUT: I live quite near you. In the next street, in fact.

Klausa ‘next to the Royal Opera House’ menjadi satu kesatuan frase yang menerangkan letah rumah dari subyek.

Dengan cara yang sama, participles (frase yang terbentuk dari kata kerja dan kata sifat: ‘working woman’, ‘burned toast’, dll) diletakkan setelah kata benda yang mereka definisikan:

  • The people questioned about the incident gave very vivid accounts of what had happened. (Orang-orang yang ditanyai tentang kejadian itu memberikan keterangan yang sangat jelas atas apa yang telah terjadi)
  • The issues discussed at the meeting all had some bearing on world peace. (Masalah yang didiskusikan pada pertemuan itu seluruhnya memiliki sangkut paut dengan perdamaian dunia)

Akan tetapi dalam seluruh empat contoh terakhir berikut ini, mungkin lebih normal untuk menggunakan klausa/anak kalimat yang berfungsi sebagai kata sifat yang menjelaskan kata benda atau kata ganti pada induk kalimat dari suatu kalimat yang kompleks:

  • We are recruiting students who are capable of achieving first-class degrees. (Kami merekrut murid-murid yang mampu meraih gelar kelas satu)
  • I used to live in a house which was next to the Royal Opera House. (Saya biasanya tinggal di sebuah rumah yang terletak di sebelah Gedung Opera Royal)
  • The people who were questioned about the incident gave vivid accounts of what had happened. (Orang-orang yang ditanyai tentang kejadian itu memberikan keterangan yang jelas atas apa yang terjadi)
  • The issues that were discussed at the meeting all had some bearing on world peace. (Masalah yang didiskusikan pada pertemuan itu, seluruhnya memiliki sangkut paut dengan perdamaian dunia)

Kata sifat muncul setelah kebanyakan kata benda ukuran (kilometer, meter, celsius, pounds, tons, dll) dan setelah kata dengan awalan some-, any-, dan no- :

  • The fence around the estate was three metres high, thirty-five kilometres long and one hundred and twenty years old. (Pagar disekitar perkebunan sekitar tiga meter tingginya, tiga puluh lima kilometer panjangnya, dan berumur seratus dua puluh tahun)
  • This place doesn’t look very promising, but let’s try and find somewhere nice for dinner. (Tempat ini tidak terlihat begitu menjanjikan, tapi mari kita coba dan temukan suatu tempat yang bagus untuk makan malam)
  • I couldn’t find anything interesting on the television so I had an early night. (Saya tidak dapat menemukan apapun yang menarik di televisi jadi saya tidur awal)
  • There’s somebody outside who wants to speak to you. Shall I let him in? (Ada seseorang diluar yang ingin berbicara denganmu. Haruskah aku biarkan dia masuk?)
  • Nobody present at the meeting was able to offer me any useful advice. (Tak seorang pun yang hadir di pertemuan yang  mampu memberikan saya saran yang berguna)

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv133.shtml

Peace merupakan bimbingan belajar bahasa Inggris yang berlokasi di kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*