Penggunaan Hardly / Scarcely, Neither / Nor, So / Too

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas penggunaan Hardly / Scarcely, Neither / Nor, So / Too.

Untuk menyatakan respon bahwa kita setuju atas suatu pernyataan negatif seperti, “I hardly know this author” (Saya hampir tidak tahu penulis ini), dapatkah kita mengatakan “neither do I” atau “so do I”? Mari simak ulasan berikut:

Hardly —-> Neither / Nor

Untuk menjawab pertanyaan diatas, pada dasarnya hanya “neither do I” dan “nor do I” yang mungkin digunakan. Ini karena hardly memiliki makna negatif. Hardly memiliki arti sama dengan hampir tidak sama sekali. Jadi jika anda ingin menyetujui penyataan diatas, anda juga akan memerlukan kata keterangan negatif dan menggunakan neither atau nor sebagai respon. Perlu diketahui bahwa kata scarcely memiliki arti negatif yang sama dengan hardly dan keduanya dapat digunakan dalam kalimat diatas. Bandingkan contoh berikut:

  • I can hardly / scarcely believe you’re twenty years old now. ~ Nor Neither can I! (Aku hampir tidak dapat percaya kamu dua puluh tahun sekarang)
  • They’re hardly / scarcely ever at home. (Mereka hampir tidak pernah di rumah)
    Neither Nor are we!
    (Begitu juga kita)
  • He’s dead now, but I hardly / scarcely knew him. (Dia sudah meninggal sekarang, tapi saya hampir tidak mengenalnya)
    Neither / Nor did I.
    (Demikian juga saya)

Catatlah bahwa neither / nor selalu muncul di bagian awal klausa respon dan pembalikan posisi subyek dan kata kerja diperlukan untuk menyatakan bahwa kita setuju dengan pernyataan pada klausa pertama. (Subyek + kata kerja —> Neither / nor + kata kerja + subyek)

Not either

Sebagai alternatif dari neither / nor anda juga dapat menggunakan ‘not either’ yang memiliki arti sama, tapi susunan kata tetap normal (Subyek + kata kerja + not either):

  • She had changed so much. I could hardly /scarcely recognize her. ~ I couldn’t either. (Dia telah sangat banyak berubah. Saya hampir tidak bisa mengenalinya. ~ Saya juga tidak)
  • I’ve got hardly /scarcely any money left. What about you? ~ I haven’t either. (Aku hampir tidak memiliki uang tersisa. Bagaimana dengan kamu? ~ Saya juga tidak)

Neither…..nor

‘Neither….nor’ digunakan bersama ketika kita ingin menghubungkan dua pernyataan negatif:

  • When I spoke to him, he neither smiled nor looked at me. (Ketika saya berbicara dengannya, dia tidak tersenyum atau menatap saya)
  • Neither the chairman nor the treasurer was / were able to attend the meeting. (Baik ketua maupun bendahara tidak dapat menghadiri pertemuan)
  • Don’t bother preparing dessert because neither Jane nor Julie eat / eats anything sweet. (Jangan repot-repot menyiapkan hidangan penutup karena baik Jane maupun Julie tidak makan segala yang manis)

Catatlah bahwa ketika subyek tunggal dihubungkan dengan ‘neither…..nor’, kata kerja yang mengikutinya dapat berupa kata kerja tunggal maupun jamak.

So / too

Ketika tingkat kejadian suatu peristiwa meningkat dari tidak pernah atau hampir tidak pernah menjadi sekali-kali atau kadang-kadang, kata keterangan lebih memberikan arti positif daripada negatif pada apa yang diucapkan. Jika kita ingin menyetujui suatu pernyataan dengan cara yang positif, ini adalah kesempatan kita untuk menggunakan so atau too. Bandingkan contoh berikut:

  • would never work as a shop assistant in a large department store. ~ Neither would I. (Saya tidak akan pernah (mau) bekerja sebagai asisten toko di sebuah toserba. ~ Begitu pula saya)
  • could hardly / scarcely understand a word he was saying ~ Nor could your parents. (Saya hampir tidak dapat mengerti satu kata pun yang dia katakan. ~ demikian pula orang tuamu)
  • Neither Henry nor Harry is / are coming to Edward’s party. ~ I’m not either. (Baik Henry maupun Harry tidak akan datang ke pesta Edward)
  • They occasionally eat lunch at ‘The Blue Parrot’. (Mereka sekali-kali makan siang di ‘The Blue Parrot’)
    ~ So does Tom. / Tom does too.
    (~ Begitu juga Tom / Tom juga begitu)
  • sometimes have to work at weekends to get everything done ~ So do we. / We do too. (Saya kadang-kadang harus bekerja di akhir pekan untuk menyelesaikan segalanya. ~ Begitu juga kami / Kami juga begitu))
  • go to the cinema quite often – twice a week usually(Saya pergi ke bioskop cukup sering – dua kali seminggu biasanya)
    Me too. / So do I.
    (~ Saya juga / begitu pula saya)
  • She always uses olive oil in her cooking. (Dia selalu menggunakan minyak zaitun dalam masakannya)
    So do my Spanish friends / My Spanish friends do too.
    (~ Begitu juga teman Spanyol saya / Teman Spanyol saya melakukannya juga)

Catatlah bahwa ungkapan ‘Me too’ dan ‘Me neither’ yang mana keduanya digunakan dalam percakapan yang sangat tidak formal, hanya dapat digunakan dengan subyek tunggal:

  • Look, it’s already two o’ clock and I haven’t done any work today. ~ Me neither. (Lihat, ini sudah jam dua dan saya belum melakukan pekerjaan apapun hari ini. ~ Saya juga belum)
  • I’m so tired I could sleep for twelve hours. ~ Me too. (Saya sangat lelah saya dapat tidur selama dua belas jam. ~ Saya juga)

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv166.shtml

Peace merupakan bimbingan belajar bahasa Inggris yang berlokasi di kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*