Arsip Kategori: grammar

Kumpulan artikel tentang tips, info, materi, dan seluk beluk grammar bahasa inggris dari Peace Kampung Inggris Pare

Penggunaan Kata Quite

Kali ini Peace Kampung Inggris Pare akan membahas bagaimana menggunakan kata quite dengan benar. Dalam bahasa Inggris British, quite memiliki dua arti yang berbeda. Quite memang memiliki arti sepenuhnya/sama sekali (completely) atau seluruhnya (entirely), tetapi kata ini juga memiliki arti  cukup (fairly) atau agak (rather).

 

Quite = sepenuhnya / sama sekali (completely)

Ketika quite digunakan untuk menekankan kata sifat (adjective) yang tidak dapat di ukur, quite memiliki arti sepenuhnya/sama sekali. Kata sifat wana, misalnya hitam (black), atau kurang hitam (less black). Mereka hanyalah hitam (tidak dapat diukur). Jadi jika kita meletakkan kata hitam dalam kalimat dan melihat beberapa contoh kalimat lain yang menggunakan kata quite dengan kata sifat yang tidak dapat diukur, maka kita mungkin menemukan:

  • There’s no trace of red in her hair – it’s quite black. (Tidak ada bekas warna merah di rambutnya – itu sepenuhnya hitam)
  • I see no hope – the future looks quite black to me. (Saya melihat tidak ada harapan – Masa depan terlihat sama sekali hitam bagi saya)
  • It’s quite impossible to learn twenty new items of vocabulary each day. (Itu sepenuhnya mustahil untuk mempelajari dua puluh hal dalam kosakata setiap hari)
  • His performance on stage was quite amazing – we were just spellbound for three hours! (Penampilannya di atas panggung sepenuhnya/seluruhnya luar biasa – kami terpesona selama tiga jam)
  • Are you quite sure? I think you’re quite wrong about this. (Apakah anda sepenuhnya yakin? Saya rasa anda sama sekali salah tentang ini)

 

Not quite = tidak sepenuhnya (not completely)

Ketika not digunakan dengan kata quite, hal ini selalu berarti tidak seluruhnya (not entirely) atau tidak sepenuhnya (not completely). Pelajari contoh berikut:

  • Shall we go? ~ I’m not quite ready. (Kita pergi sekarang? ~ Saya tidak sepenuhnya siap)
  • Do you like this one? (Apakah anda suka yang ini?)
    ~ It’s not quite the color I wanted.
    (Ini tidak sepenuhnya warna yang saya inginkan)
  • Have you finished that book on Che Guevara yet? (Sudahkah anda menyelesaikan buku Che Guevara itu?)
    Not quite.
    (Tidak seluruhnya)

 

Quite = tepat (exactly) / saya setuju (I agree)

Quite dapat digunakan dalam sebuah bentuk pernyataan empatik sebagai respon dalam satu kata, yang memiliki arti tepat (exactly) atau saya-sepenuhnya-setuju (I completely agree) :

  • I always knew their marriage would never last. (Saya selalu tahu pernikahan mereka tidak akan bertahan)
    Quite! / Exactly! / So did I!
    (Saya sepenuhnya setuju / Tepat / Saya juga demikian)
  • If you stay quite still, those animals won’t harm you. (Jika anda diam saja/tidak melakukan apa-apa, hewan-hewan itu tidak akan melukai anda)
    Quite! / That’s absolutely right.
    (Saya sepenuhnya setuju / Itu benar-benar tepat)

 

Quite = cukup (fairly) / agak (rather)

Jika kita menggunakan quite dengan kata sifat yang dapat diukur, kata ini memiliki arti cukup (fairly) atau agak (rather). Kata sifat easy (mudah) contohnya, dapat diukur. Beberapa hal dapat menjadi easier (lebih mudah) atau harder (lebih sulit). Maka dari itu, ketika quite digunakan dengan kata easy, memiliki arti cukup (fairly) atau agak (rather). Pelajari contoh berikut:

  • How did you find the maths test? (Bagaimana menurut anda tes matematikanya?)                       ~ Oh, it was quite easy, really. / It was quite difficult. (Oh, itu cukup mudah, sebenarnya. / Itu cukup sulit.)
  • What did you think of the cabaret? ~ Oh, it was quite entertaining. (Bagaimana menurut anda kabaretnya? ~ Oh, itu cukup menghibur)
  • I’m quite tired but I’ll try and finish this book review before I go to bed. (Saya cukup lelah tapi saya akan mencoba dan menyelesaikan ulasan buku ini sebelum saya tidur)

 

Quite dengan kata kerja

Ketika quite digunakan untuk memodifikasi kata kerja, arti yang dimilikinya tergantung pada apakah kata kerja yang mengikutinya dianggap dapat dihitung atau tidak. Bandingkan contoh berikut:

  • I wouldn’t want to be on holiday with him, but I quite like him. (Saya tidak akan mau berada dalam liburan bersamanya, tapi saya cukup menyukainya)
  • How did you get on at Barry’s party? ~ Oh, it was quite nice. I quite enjoyed myself. (Bagaimana anda (ketika) berada pesta Barry? ~ Oh, itu cukup bagus. Saya cukup menikmatinya)
  • I haven’t quite finished decorating Jim’s bedroom yet, but I will have by Saturday. (Saya belum sepenuhnya selesai mendekorasi kamar Jim, tapi saya akan sudah selesai hari Sabtu)
  • quite agree with you. Young children must never be left at home on their own. (Saya sepenuhnya setuju dengan anda. Anak muda tidak boleh ditinggalkan di rumah sendirian)

 

Quite dengan a / an + kata benda (nouns) atau kata benda yang memiliki kata sifat (adjective before nouns)

Ketika kata quite digunakan untuk memodifikasi kata benda atau kata benda yang memiliki kata sifat, quite normalnya memiliki arti setara dengan rather (agak/cukup). Bandingkan contoh berikut:

  • I know they left in a hurry. How did they leave the house? (Saya tahu mereka pergi terburu-buru. Bagaimana (kondisi) mereka meniggalkan rumah?)
    ~ Oh, it was in quite a mess.
    (Oh, itu agak berantakan)
  • How was the house contents auction? (Bagaimana lelang isi rumah tadi?)
    ~ Oh, it was quite a success. Nearly everything went.
    (Oh, itu tadi cukup sukses. Hampir semuanya terjual)
  • Let’s take a picnic with us. I think it’s going to be quite a nice day.(Mari berpiknik bersama kami. Saya rasa ini akan menjadi hari yang cukup baik/menyenangkan)
  • Did you get to see Hamlet at the Barbican? (Apakah kamu sempat melihat Hamlet di Barbican?)
    ~ Yes, it was quite an interesting production.
    (Ya, itu pertunjukan yang cukup menarik)

Oke demikian artikel tentang penggunaan kata quiet. Semoga bermanfaat

Sumber: http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv168.shtml

Perbedaan Penggunaan Kata Would dan Going To?

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas perbedaan kata would dan ‘going to’. Mari kita lihat perbedaan diantara kedua bentuk ini. Berikut ini kita memiliki contoh percakapan:

Woman:I’ve just heard – my PhD proposal’s been accepted! I’m going to start my research next year. (Saya baru saja mendengar – pengajuan PhD saya telah diterima! Saya akan mulai riset saya tahun depan)
Man:How exciting! How long is it going to take? (Betapa menyenangkan! Akan mengambil berapa lama itu?)

Wanita pada percakapan di atas telah menggunakan ‘going to’ karena dia sedang membicarakan rencana dimasa depan, itu adalah hal yang sudah pasti akan terjadi. Jadi pria pada percakapan diatas juga menggunakan ‘going to’ karena dia sedang menanyakan lebih jauh tentang informasi yang dimaksud. Kita juga dapat menggunakan ‘going to’ tidak hanya untuk hal yang sudah pasti tapi juga untuk hal yang mungkin akan terjadi. Jadi terkadang kita menggunakan ‘going to’ dengan kalimat conditionals bentuk pertama, untuk mengungkapkan kemungkinan yang kuat. Berikut ini sebuah contoh:

  • If you drink the whole bottle of medicine, it is going to affect you very badly. (Jika anda meminum sebotol penuh obat, itu akan mempengaruhi anda dengan sangat buruk)

Contoh diatas adalah kalimat conditionals bentuk pertama dengan if,  present simple tense dan ‘going to’, sehingga menghasilkan kalimat seperti di atas. Kita juga dapat menggunakan kata kerja bantu (modal verbs) dan kalimat conditionals bentuk pertama seperti berikut:

  • Ifyou drink the whole bottle of medicine, it might affect you very badly. (Jika anda meminum sebotol penuh obat, itu mungkin akan mempengaruhi anda dengan sangat buruk)

Jadi, kata kerja bantu yang digunakan dengan kalimat conditionals bentuk pertama diatas adalah ‘might’, dan itu menunjukkan kemungkinan yang cukup kuat. Sekarang, mari kita lihat kata kerja bantu ‘would’, dan berikut ini adalah contoh percakapan:

Woman:Are you thinking of doing a masters’ degree? (Apakah anda berpikir untuk menjalani gelar-gelar master?)
Man:Oh, they’re so expensive! I can’t afford to stop work, so I’d have to do it part-time. (Oh, mereka sangat mahal! Saya tidak dapat berhenti bekerja, jadi saya harus melakukannya paruh waktu)
Woman:Part-time? How long would it take? (Paruh waktu? Akan mengambil berapa lama?)

 

Kali ini, kita tidak membicarakan tentang rencana, dan kita tidak sedang membicarakan tentang kemungkinan yang kuat. Atau sesuatu yang mungkin akan terjadi. Dengan kalimat ini, kita berbicara tentang kemungkinan, hal yang sedang kita pikirkan, tetapi kita belum membuat rencana atas hal tersebut. Jadi dalam situasi ini, kita menggunakan kata kerja bantu seperti would dan could untuk mengungkapkan suatu kemungkinan yang lebih kecil, atau hal yang tidak memiliki kemungkinan, atau bahkan hal yang mustahil., sepeti yang kita lakukan dengan kalimat conditionals bentuk kedua. Berikut ini adalah contoh kalimat conditionals bentuk kedua dengan kata would untuk mengungkapkan kemungkinan yang kecil:

  • If you drank the whole bottle of medicine, it would affect you very badly. (Jika anda meminum sebotol penuh obat, itu akan mempengaruhi anda dengan sangat buruk)

Kemudian, perbedaan antara would dan ‘going to’ yaitu ‘going to’ digunakan untuk rencana atau hal yang kita pikir mungkin akan terjadi, seperti yang kita lakukan dengan kalimat conditionals bentuk pertama. Tetapi untuk hal yang sepertinya tidak akan terjadi, mustahil, tidak memiliki kemungkinan atau bahkan hanya berbicara tentang mimpi-mimpi dan ide-ide, kita menggunakan kalimat conditionals bentuk kedua dengan would.


Oke, demikian artikel perbedaan kata would dan going to. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/ask_about_english/080513/

Perbedaan Penggunaan Tell, Say, Speak

Dalam artikel ini Peace Kampung Inggris akan akan menjelaskan mengenai penggunaan kata tell, say, dan speak. Tidak mengejutkan apabila anda bingung dengan penggunaan ketiga kata ini, karena memang memiliki arti yang kurang lebih sama. Yang lebih menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menggunakannya atau pola penggunaannya.

Tell – memberitahu / menceritakan

Dengan kata tell, kita biasanya mengatakan “siapa yang diberitahu”. Ada dapat mengatakan terdapat obyek personal/orang (me, them, her, him, us,).

‘Can you tell me what’s happened?’ (Dapatkah anda memberitahu saya apa yang terjadi?)

Ada batasan lain atas penggunaan kata tell. kita hanya menggunakan tell yang bermaksud untuk menginstruksikan/menyuruh atau menginformasikan.  Berikut ini adalah contoh instruksi/perintah:

‘I told him to wait for me on the platform.’  (Saya menyuruhnya untuk menunggu saya di peron)

Sedangkan contoh menginformasikan adalah sebagai berikut:

‘My father used to tell me wonderful stories’ (Ayah saya biasanya menceritakan kepada saya cerita yang luar biasa.)

Kita menggunakan tell tanpa obyek personal/orang hanya pada sedikit ungkapan/kalimat. Ada beberapa jenis istilah menggunakan tell seperti: ‘tell the truth’, ‘tell the time’ dan ‘tell the difference’.

Say – mengatakan / mengucapkan

Deangan kata say, kita tidak biasanya mengatakan “pihak/siapa yang diberitahu”. Jadi anda mungkin dapat mengatakan:

‘Please say each word clearly and distinctly’  (Tolong ucapkan setiap kata dengan jelas dan berbeda.)

Dan jika kita memang ada maksud mengatakak “pihak/siapa yang diberitahu”, kita menggunakan kata ‘to’:

‘He said goodbye to me as if we would never see one another again’.  (Dia mengatakan selamat tinggal seolah-olah kita tidak akan bertemu satu sama lain lagi)

Say dapat digunakan untuk segala jenis pembicaraan. Berikut ini adalah contoh dimana anda tidak dapat menggunakan kata tell:

  • She said ‘Where have you been?’(Dia bilang, ‘dari mana saja kau’?)
  • So I said what a good idea.(Jadi saya mengatakan, betapa ide yang bagus)
  • Maureen said ‘What’s the matter?’ (Maureen berkata,’ada apa?’)

Dan kita menggunakan say sebelum kata-kata seperti ‘a word’, ‘a name’, ‘a sentence’. Salah satu contoh yaitu: ‘Don’t say a word’

Speak – berbicara

Kita menggunakan speak yang berarti ‘berbicara dengan formal’, dan ketika kita menggunakan speak, kita menggunakan kata ‘to’ jika ada obyek personal/orang. Jadi anda dapat mengatakan:

  • ‘I spoke to him severely’. (Saya berbicara kepadanya dengan berat)
  • ‘She spoke to our teacher’s association last year.’ (Dia berbicara kepada perhimpunan guru kita tahun lalu)

Dan tentu saja, kita menggunakan speak ketika kita berbicara tentang kemampuan bahasa seseorang: ‘Do you speak English?’ (Apakah anda berbicara bahasa Inggris?)


Oke, demikian artikel tentang penggunaan kata Tell, Say, Speak. Semoga bermanfaat ya.

Sumber: http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/radio/specials/1535_questionanswer/page34.shtml

Penggunaan Anymore dan Anyway

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas perbedaan penggunaan anymore dan anyway.

Penggunaan Anymore

penggunaan anymoreContoh 1: “I used to enjoy a smoke after eating, but I don’t smoke anymore.”

Kata “anymore” dalam kalimat di atas, menunjukkan arti kata “lagi, sampai kapanpun”. Kita biasanya menambahkan kata “anymore” di dalam kalimat negatif.

Arti contoh 1: [Dulu aku merokok setelah makan, tapi sekarang aku sudah tidak merokok lagi.]

Contoh 2: “I don’t care about his threats anymore, they’re just paper tigers.”

[Aku tidak peduli lagi dengan ancaman-ancamannya, ancamannya hanya ngomong doang.”

Ingat bahwa “anymore” ini sinonim dengan “any longer” dan “no longer”. Hanya saja, “no longer” kita letakkan di kalimat positif. Lihat contoh berikut ini:

  • “I am not a student anymore.”
  • I am not a student any longer.”
  • I am no longer a student.”

Ketiga kalimat di atas bersinonim.

 

Penggunaan Anyway

Contoh 1: “I don’t mind walking you home. We live in the same neighborhood, anyway.”

Kata “anyway” maknanya adalah toh, lagian atau lagi pula”.  Kita bisa meletakkan “anyway” di belakang maupun di awal kalimat.

Arti contoh 1: [Aku tidak keberatan mengantarkan kamu pulang. Toh kita tinggal di kompleks yang sama.]

Contoh 2: I can’t attend the dinner because of work. Anyway, I have had dinner at work.”

[Aku tidak bisa datang makan malam gara-gara kerja. Lagian, gue udah makan malam.”

 

Catatan tambahan: Hati-hati kalau kita ketemu “anyway”  di awal kalimat. Artinya bisa saja bukan toh, lagian”. Bisa saja artinya “by the way” atau “ngomong-ngomong”.

Contoh: “I am bored. Anyway, have you seen Jaime?” 

[Aku bosen. Eh ngomong-ngomong, kamu melihat Jaime tidak?]


Itu tadi perbedaan singkat penggunaan anymore dan anyway. Semoga bermanfaat 🙂

Cara Mudah Belajar Grammar Bahasa Inggris

Setiap bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi pasti membutuhkan suatu tata bahasa yang berguna untuk menyusun suatu susunan kata agar memilki makna tertentu dalam setiap pengucapannya. Tata bahasa di dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan sebutan Grammar. Dengan adanya Grammar suatu bahasa akan lebih tertata, maka dari itulah belajar Grammar dalam bahasa inggris sangat penting dan wajib untuk dilakukan.

program grammar kampung inggrisBagi sebagian orang belajar grammar merupakan hal yang membosankan, kendati demikian bagaimanapun juga kamu harus mempelajari grammar apabila ingin menguasai bahasa inggris dengan baik. Adapun yang beranggapan bahwa belajar bahasa inggris itu tidak perlu grammar untuk mampu menguasai bahasa inggris. Namun sejatinya grammar itu sangat penting. Tanpa grammar kamu tidak akan bisa berbicara dengan makna yang tepat, tanpa grammar kamu belum tentu bisa menyimak dengan makna yang benar, tanpa grammar tulisan kamu akan terlihat kacau dan dipenuhi oleh kesalahan.

Mengingat pentingnya bahasa inggris di zaman saat ini terutama untuk jenjang karirmu di masa depan, maka kamu harus membulatkan tekad untuk belajar bahasa inggris sesegera mungkin. Nah jika kamu memiliki kendala dalam menulis ataupun berbicara dalam bahasa inggris karena alasan Grammar, dalam artikel ini Peace Kampung Inggris akan memberikan beberapa tips mudah belajar Grammar.

Memulai belajar grammar dari hal yang sederhana

Yang dimaksud memulai dari hal yang sederhana disini ialah menghafal beberapa kosakata atau dalam Vocabulary. Mulailah menghafalnya sedikit demi sedikit, setelah itu terapkan dalam sebuah kalimat sederhana. Dengan cara ini kamu akan lebih cepat dan mudah dalam memahaminya. Sebagai catatan, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil seperti ini. Mulailah dari hal-hal sederhana, setelah itu berlanjut ke tahap selanjutnya.

Pemahaman tentang Structure

Structure merupakan hal dasar dalam belajar Grammar, semua tenses bahasa inggris sangat penting untuk dipahami penggunannya. Akan lebih mudah dalam mengaplikasikannya jika semua telah dipahami. Salah satu contohnya adalah present continous tense, yang mana memiliki rumus :

S + to be (am, is, are) + verb + ing

example : i am drinking a cup of coffee.

Dengan memahami structure bahasa inggris tersebut, maka kamu akan menguasai grammar bahasa inggris yang nantinya akan berdampak pada penguasaan tata bahasa yang sempurna.

Mengubah Kebiasaan

Selanjutnya ubahlah kebiasaan kamu, dalam hal ini merubah kebiasaan lama dalam melakukan segala hal. Atau lebih mudahnya seperti ini, jika kamu terbiasa dalam mendengarkan musik dengan lirik bahasa indonesia, maka segerakanlah untuk merubah kebiasaan lamamu itu dengan menengarkan musik berbahasa inggris lalu pelajari lirik demi lirik yang ada dalamnya. Sama halnya dengan kebiasaan melihat film, mulailah membiasakan untuk melihat film luar yang ber-subtitle bahasa inggris. Secara tidak langsung, hal tersebut akan mengasah skill berbahasa inggrismu.

intinya, ubahlah kebiasaan lama kamu dengan hal baru yang berhubungan dengan bahasa inggris. Hal positif yang menjadikan kebiasaan bukankah akan selalu memudahkanmu ? Tak terkecuali dalam belajar grammar bukan ?

Practice Makes Perfect

Teori tanpa dilanjutkan dengan praktek maka hasilnya akan nihil. Dengan memperbanyak latihan kamu tentang grammar, maka kamu akan tau sampai mana skill yang sudah kamu pelajari dalam teori tersebut. Lalu bagaimana sih cara mempraktekannya ?

  • Think : Praktek mengingat struktur yang sudah kamu pelajari tentang grammar
  • Write down : Praktek dalam menulis dan membuat kalimat dengan grammar yang baik
  • Talk : Praktek dalam mengucapkan kalimat yang sudah kamu tulis. Jika dibutuhkan, kamu bisa merekamnya dan mendengarkan secara berulang-ulang sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai bahan koreksi(dibagian mana yang harus di perbaiki.

Okay itu tadi beberapa tips bagi kamu yang hendak belajar grammar, khususnya buat yang belajar mandiri. Buat kamu yang ingin lebih cepat dan terarah untuk belajar grammar, kamu bisa ikut kursus di Kampung Inggris Pare.

Informasi program dan pendaftarannya bisa kamu baca di sini.

Penggunaan Kata “As”

Dalam artikel ini, Peace Kampung Inggris akan membahas penggunaan kata as sebagai kata penghubung tingkat bawah (subordinate conjunction).

As sebagai kata penghubung tingkat bawah (subordinate conjunction)

Catatlah bahwa kata as yang berdiri sendiri digunakan sebagai kata penghubung dengan berbagai cara:

As = when (untuk klausa waktu)

Kita boleh menggunakan as sebagai pengganti alternatif dari kata when ketika kita membandingkan dua peristiwa atau kejadian singkat yang terjadi pada periode waktu yang sama. Kita sering mengkombinasikannya dengan cara berikut:

  • She left the house (just) as the sun was rising. (Dia meninggalkan rumah ketika matahari sedang terbit)
  • The telephone rang (justas I was climbing into my bath. (Telepon berdering ketika saya sedang bersiap mandi)

As = because (untuk klausa yang menyatakan alasan)

Kita boleh menggunakan as sebagai pengganti alternatif dari kata because ketika alasan dari suatu kejadian telah diketahui atau pembuktian diri kepada pembaca atau pendengar. Klausa as seringkali diletakkan di awal kalimat. Kata because memberikan penekanan pada alasan atau memaparkan informasi baru. Bandingkan contoh berikut:

  • As Mary was the eldest child, she had to look after her younger brothers and sisters. (Karena Mary adalah anak tertua, dia harus mengurus adik laki-laki dan perempuannya)
  • As it had started to rain we had to abandon the picnic. (Karena sudah mulai hujan kita harus membatalkan piknik)
  • I’ve decided to end our relationship because my boyfriend has been cheating on me. (Saya telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita karena pacar saya telah menyelingkuhi saya)

As untuk klausa yang menyatakan proporsi

Disini, as memiliki arti seiring / ‘selama periode waktu yang sama dengan……’:

  • I think you become more tolerant of other people as you get older. (Saya rasa kamu menjadi lebih toleran kepada orang lain seiring kamu bertamnbah tua)
  • As prices rose, the demand for higher salaries became more intense.(Seiring harga naik, permintaan untuk gaji yang lebih tinggi menjadi lebih kuat)

As sebagai kata depan

Akhirnya, catatlah bahwa as juga dapat digunakan sebagai kata depan ketika kita ingin menghindari menggunakan kata kerja ‘to be’ (bukan berarti as dan ‘to be’ selalu memiliki arti yang sama):

  • As his father, it is your duty to ensure that he goes to school every day.(Sebagai ayahnya, itu tugas anda untuk memastikan bahwa dia pergi ke sekolah setiap hari)
  • As you are his father, it is your duty to ensure that he goes to school every day. (Karena anda ayahnya, itu tugas anda untuk memastikan bahwa dia pergi ke sekolah setiap hari)
  • As a social historian, I am always interested in people’s life styles. (Sebagai sejarawan social, saya selalu tertarik dengan gaya hidup orang-orang)
  • Being a social historian, I am always interested in people’s life styles. (Menjadi seorang sejarawan social, saya selalu tertarik dengan gaya hidup orang-orang)
  • He established his reputation as a freedom fighter through many heroic acts.(Dia menetapkan reputasinya sebagai pejuang kebebasan melalui banyak aksi kepahlawanan)
  • The police described him as a dangerous criminal. (Polisi mendiskripsikannya sebagai seorang criminal berbahaya)
  • The police considered him to be a dangerous criminal. (Polisi menganggapnya sebagai criminal berbahaya)

Oke, demikian artikel penggunaan kata as, semoga bermanfaat ya.

Sumber: http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv158.shtml

Penggunaan ‘End up’ dan ‘To be + up to’

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas dua contoh kata kerja dalam bentuk frase (phrasal verbs) yaitu ‘end up’ dan ‘to be + up to’. Keduanya dalah kata kerja dengan lebih dari satu kata penyusun. Kata kerja-kata kerja semacam ini memiliki lebih dari satu bagian dan dapat mempersulit mereka yang sedang mempelajari bahasa Inggris, sebagian karena jumlahnya yang banyak dan juga karena kata-kata ini seringkali memiliki lebih dari satu arti.

To end up – berakhir

Pertaman-tama, ‘end up’ memiliki makna mencapai posisi akhir. Contohnya, tentang perjalanan:

  • “They are travelling across Europe by train and they’ll end up in Paris. From there, they fly back to the US.” (Mereka bepergian melintasi Eropa dengan kereta dan mereka akan berakhir di Paris. Dari sini mereka terbang kembali ke Amerika Serikat)

Atau contoh lain dari kehidupan:

  • “I studied medicine at university but I ended up working for an accountancy firm.” (Saya belajar ilmu kedokteran di universitas tapi saya berakhir bekerja untuk firma akuntansi)

Pada contoh kedua tersebut, pekerjaan terakhir untuk subyek dalam kalimat adalah sebagai seorang akuntan meskipun dia memulai karirnya dengan mempelajari ilmu kedokteran. Orang tersebut berakhir (ended up) bekerja sebagai seorang akuntan.

 

To be + up to – mampu

‘To be + up to’ memiliki dua arti. Arti yang pertama adalah bahwa seseorang mampu melakukan suatu tugas atau menghadapi sebuah tantangan. Contohnya:

  • “She’s up to the job. In fact, she’ll probably deliver the report early.”  (Dia mampu dalam pekerjaannya. Bahkan, dia mungkin akan menyampaikan laporannya awal)

Di sini, wanita tersebut benar-benar mampu melakukan pekerjaannya. ‘She’s up to the job’!

 

To be + up to – lakukan / rencanakan

Arti yang kedua, dan saya pikir ini adalah yang paling umum mirip dengan melakukan sesuatu / lakukan. Jika seorang ayah misalnya, mendengar anaknya membuat keributan, dia mungkin berteriak:

  • “What are you up to?” (Apa yang sedang kamu lakukan?)

dan dia ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan anaknya. Arti dari frase ‘ to be + up to’ juga sering digunakan ketika anda mencurigai sesuatu. Anda berpikir seseorang bertingkah dengan cara sangat aneh dan anda tidak tahu kenapa dia melakukannya. Contohnya seorang guru melihat murid-muridnya masuk ke sebuah ruang kelas kosong. Sang guru mungkin mengatakan:

  • “Did you see those students go in that room? What are they up to? Let’s go and have a look.” (Apakah kamu melihat murid-murid itu masuk ke ruangan itu? Apa yang sedang mereka rencanakan? Mari kita pergi dan lihat)

Frase ini, ‘to be + up to’, juga digunakan untuk membicarakan waktu luang seseorang. Contohnya:

  • “What are you up to this weekend?” (Apa yang kamu rencanakan akhir pekan ini?)

Ini adalah cara informal untuk menanyakan apa yang akan seseorang lakukan selama akhir pekan, untuk menanyakan jika mereka telah memiliki rencana.

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/radio/specials/1535_questionanswer/page3.shtml

Penggunaan Hardly / Scarcely, Neither / Nor, So / Too

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas penggunaan Hardly / Scarcely, Neither / Nor, So / Too.

Untuk menyatakan respon bahwa kita setuju atas suatu pernyataan negatif seperti, “I hardly know this author” (Saya hampir tidak tahu penulis ini), dapatkah kita mengatakan “neither do I” atau “so do I”? Mari simak ulasan berikut:

Hardly —-> Neither / Nor

Untuk menjawab pertanyaan diatas, pada dasarnya hanya “neither do I” dan “nor do I” yang mungkin digunakan. Ini karena hardly memiliki makna negatif. Hardly memiliki arti sama dengan hampir tidak sama sekali. Jadi jika anda ingin menyetujui penyataan diatas, anda juga akan memerlukan kata keterangan negatif dan menggunakan neither atau nor sebagai respon. Perlu diketahui bahwa kata scarcely memiliki arti negatif yang sama dengan hardly dan keduanya dapat digunakan dalam kalimat diatas. Bandingkan contoh berikut:

  • I can hardly / scarcely believe you’re twenty years old now. ~ Nor Neither can I! (Aku hampir tidak dapat percaya kamu dua puluh tahun sekarang)
  • They’re hardly / scarcely ever at home. (Mereka hampir tidak pernah di rumah)
    Neither Nor are we!
    (Begitu juga kita)
  • He’s dead now, but I hardly / scarcely knew him. (Dia sudah meninggal sekarang, tapi saya hampir tidak mengenalnya)
    Neither / Nor did I.
    (Demikian juga saya)

Catatlah bahwa neither / nor selalu muncul di bagian awal klausa respon dan pembalikan posisi subyek dan kata kerja diperlukan untuk menyatakan bahwa kita setuju dengan pernyataan pada klausa pertama. (Subyek + kata kerja —> Neither / nor + kata kerja + subyek)

Not either

Sebagai alternatif dari neither / nor anda juga dapat menggunakan ‘not either’ yang memiliki arti sama, tapi susunan kata tetap normal (Subyek + kata kerja + not either):

  • She had changed so much. I could hardly /scarcely recognize her. ~ I couldn’t either. (Dia telah sangat banyak berubah. Saya hampir tidak bisa mengenalinya. ~ Saya juga tidak)
  • I’ve got hardly /scarcely any money left. What about you? ~ I haven’t either. (Aku hampir tidak memiliki uang tersisa. Bagaimana dengan kamu? ~ Saya juga tidak)

Neither…..nor

‘Neither….nor’ digunakan bersama ketika kita ingin menghubungkan dua pernyataan negatif:

  • When I spoke to him, he neither smiled nor looked at me. (Ketika saya berbicara dengannya, dia tidak tersenyum atau menatap saya)
  • Neither the chairman nor the treasurer was / were able to attend the meeting. (Baik ketua maupun bendahara tidak dapat menghadiri pertemuan)
  • Don’t bother preparing dessert because neither Jane nor Julie eat / eats anything sweet. (Jangan repot-repot menyiapkan hidangan penutup karena baik Jane maupun Julie tidak makan segala yang manis)

Catatlah bahwa ketika subyek tunggal dihubungkan dengan ‘neither…..nor’, kata kerja yang mengikutinya dapat berupa kata kerja tunggal maupun jamak.

So / too

Ketika tingkat kejadian suatu peristiwa meningkat dari tidak pernah atau hampir tidak pernah menjadi sekali-kali atau kadang-kadang, kata keterangan lebih memberikan arti positif daripada negatif pada apa yang diucapkan. Jika kita ingin menyetujui suatu pernyataan dengan cara yang positif, ini adalah kesempatan kita untuk menggunakan so atau too. Bandingkan contoh berikut:

  • would never work as a shop assistant in a large department store. ~ Neither would I. (Saya tidak akan pernah (mau) bekerja sebagai asisten toko di sebuah toserba. ~ Begitu pula saya)
  • could hardly / scarcely understand a word he was saying ~ Nor could your parents. (Saya hampir tidak dapat mengerti satu kata pun yang dia katakan. ~ demikian pula orang tuamu)
  • Neither Henry nor Harry is / are coming to Edward’s party. ~ I’m not either. (Baik Henry maupun Harry tidak akan datang ke pesta Edward)
  • They occasionally eat lunch at ‘The Blue Parrot’. (Mereka sekali-kali makan siang di ‘The Blue Parrot’)
    ~ So does Tom. / Tom does too.
    (~ Begitu juga Tom / Tom juga begitu)
  • sometimes have to work at weekends to get everything done ~ So do we. / We do too. (Saya kadang-kadang harus bekerja di akhir pekan untuk menyelesaikan segalanya. ~ Begitu juga kami / Kami juga begitu))
  • go to the cinema quite often – twice a week usually(Saya pergi ke bioskop cukup sering – dua kali seminggu biasanya)
    Me too. / So do I.
    (~ Saya juga / begitu pula saya)
  • She always uses olive oil in her cooking. (Dia selalu menggunakan minyak zaitun dalam masakannya)
    So do my Spanish friends / My Spanish friends do too.
    (~ Begitu juga teman Spanyol saya / Teman Spanyol saya melakukannya juga)

Catatlah bahwa ungkapan ‘Me too’ dan ‘Me neither’ yang mana keduanya digunakan dalam percakapan yang sangat tidak formal, hanya dapat digunakan dengan subyek tunggal:

  • Look, it’s already two o’ clock and I haven’t done any work today. ~ Me neither. (Lihat, ini sudah jam dua dan saya belum melakukan pekerjaan apapun hari ini. ~ Saya juga belum)
  • I’m so tired I could sleep for twelve hours. ~ Me too. (Saya sangat lelah saya dapat tidur selama dua belas jam. ~ Saya juga)

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv166.shtml

Letak Kata Sifat (Adjectives)

Dimana seharusnya kata sifat diletakkan dalam sebuah kalimat? Mari simak ulasan dari Peace Kampung Inggris berikut:

Kata sifat sebelum kata benda

Kata sifat normalnya diletakkan sebelum kata benda dan ini dikenal sebagai posisi perubah atau atribut (karena bersifat memodifikasi makna dari kata benda). Maka dari itu, kita normalnya mengatakan:

  • Getting all the way round Brazil in five working days proved an impossible mission. (Berkeliling se-antero Brazil dalam lima hari kerja terbukti sebuah misi yang tidak mungkin)
  • He asked me a number of difficult questions. (Dia menanyakan kepada saya sejumlah pertanyaan sulit)
  • I was sitting next to the open window which I couldn’t close. (Saya sedang duduk disebelah jendela yang terbuka  yang tidak dapat saya tutup)

Kalau anda pernah mendengar frase ‘Mission Impossible’ yang seingat saya berasal dari nama sebuah serial televise Amerika yang kemudian dibuat menjadi sebuah film. Faktanya, tidak ada alasan untuk meletakkan kata sifat setelah kata benda ‘mission (noun) – impossible (adjective)’ selain untuk memberikan efek. Judul ini menjadi terdengar orisinil dan karena itu menarik perhatian.

Pengecualian atas aturan umum : Kata sifat setelah kata benda

Kata sifat atribut dapat diletakkan setelah kata kerja yang memiliki ‘to be’ ( is, am, are, was, were) dan kata kerja kopuler (copular verbs) lainnya. Jadi kita akan memiliki kalimat seperti:

  • The mission was impossible. (Misi itu mustahil)
  • All the questions he asked were difficult. (Seluruh pertanyaan yang dia tanyakan sulit)
  • The window remained open. (Jendelanya tetap terbuka)

Kata kerja kopuler adalah jenis kata kerja yang digunakan untuk menggabungkan kata sifat atau kata benda untuk melengkapi subyek, mediskripsikan keadaan dari sesuatu atau seseorang atau perubahan keadaan. Kata ini meliputi ‘to be’ (is, am, are, was, were) dan kata-kata seperti seem  appear, look, sound, smell, tastefeel, getbecomestayremainkeepgrowgoturn:

  • The policemen became angry. (Polisi itu menjadi marah)
  • The suspects remained calm although I could see that they were anxious. (Para tersangka tetap tenang meskipun saya dapat melihat bahwa mereka cemas)
  • The soup lookedsmelt and tasted good. (Supnya terlihat, tercium dan terasa enak)

Dan juga, kata sifat atribut dengan pelengkap mereka sendiri, contoh: capable of achieving first-class degrees (mampu meraih gelar kelas satu), biasanya membutuhkan keseluruhan ungkapan (yang menjadi satu kesatuan keterangan) untuk muncul setelah kata benda dan bukannya sebelum kata benda:

  • We are recruiting students capable of achieving first-class degrees. (Kami merekrut murid-murid yang mampu meraih gelar kelas satu)
    NOT: We are recruiting capable of achieving first class degree students.
    BUT: She was a capable student.

Klausa ‘students capable of achieving first-class degrees’ menjadi satu kesatuan frase yang menerangkan criteria murid yang direkrut.

  • I used to live in a house next to the Royal Opera House. (Saya biasanya tinggal di sebuah rumah di sebelah Gedung Opera Royal)
    NOT: I used to live in a next to the Royal Opera House house.
    BUT: I live quite near you. In the next street, in fact.

Klausa ‘next to the Royal Opera House’ menjadi satu kesatuan frase yang menerangkan letah rumah dari subyek.

Dengan cara yang sama, participles (frase yang terbentuk dari kata kerja dan kata sifat: ‘working woman’, ‘burned toast’, dll) diletakkan setelah kata benda yang mereka definisikan:

  • The people questioned about the incident gave very vivid accounts of what had happened. (Orang-orang yang ditanyai tentang kejadian itu memberikan keterangan yang sangat jelas atas apa yang telah terjadi)
  • The issues discussed at the meeting all had some bearing on world peace. (Masalah yang didiskusikan pada pertemuan itu seluruhnya memiliki sangkut paut dengan perdamaian dunia)

Akan tetapi dalam seluruh empat contoh terakhir berikut ini, mungkin lebih normal untuk menggunakan klausa/anak kalimat yang berfungsi sebagai kata sifat yang menjelaskan kata benda atau kata ganti pada induk kalimat dari suatu kalimat yang kompleks:

  • We are recruiting students who are capable of achieving first-class degrees. (Kami merekrut murid-murid yang mampu meraih gelar kelas satu)
  • I used to live in a house which was next to the Royal Opera House. (Saya biasanya tinggal di sebuah rumah yang terletak di sebelah Gedung Opera Royal)
  • The people who were questioned about the incident gave vivid accounts of what had happened. (Orang-orang yang ditanyai tentang kejadian itu memberikan keterangan yang jelas atas apa yang terjadi)
  • The issues that were discussed at the meeting all had some bearing on world peace. (Masalah yang didiskusikan pada pertemuan itu, seluruhnya memiliki sangkut paut dengan perdamaian dunia)

Kata sifat muncul setelah kebanyakan kata benda ukuran (kilometer, meter, celsius, pounds, tons, dll) dan setelah kata dengan awalan some-, any-, dan no- :

  • The fence around the estate was three metres high, thirty-five kilometres long and one hundred and twenty years old. (Pagar disekitar perkebunan sekitar tiga meter tingginya, tiga puluh lima kilometer panjangnya, dan berumur seratus dua puluh tahun)
  • This place doesn’t look very promising, but let’s try and find somewhere nice for dinner. (Tempat ini tidak terlihat begitu menjanjikan, tapi mari kita coba dan temukan suatu tempat yang bagus untuk makan malam)
  • I couldn’t find anything interesting on the television so I had an early night. (Saya tidak dapat menemukan apapun yang menarik di televisi jadi saya tidur awal)
  • There’s somebody outside who wants to speak to you. Shall I let him in? (Ada seseorang diluar yang ingin berbicara denganmu. Haruskah aku biarkan dia masuk?)
  • Nobody present at the meeting was able to offer me any useful advice. (Tak seorang pun yang hadir di pertemuan yang  mampu memberikan saya saran yang berguna)

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv133.shtml

Perbedaan Penggunaan Likely, Likely That, Likely To

Kali ini Peace Kampung Inggris akan membahas penggunaan kata atau frase likely, ‘likely that’, dan ‘likely to’ serta bagaimana menggunakannya dalam kalimat.

Likely (mungkin)

Likely paling sering digunakan sebagai kata sifat yang memiliki arti kata mungkin (lawan dari likely adalah unlikely / tidak mungkin). Jika sesuatu dianggap mungkin (likely), hal tersebut mungkin akan terjadi:

  • The most likely cause of the fire in the stadium was an unextinguished cigarette. (Penyebab paling mungkin dari kebakaran di stadion itu adalah rokok yang tidak di padamkan)
  • The most likely outcome to the investigation is that the stadium will have to be rebuilt. (Hasil paling mungkin dari investigasi itu adalah bahwa stadion itu harus di bangun ulang)

Dengan kata pemodifikasi seperti most, quite atau very, dan likely yang terkadang juga digunakan sebagai kata keterangan , yang memiliki arti paling mungkin (most probably), maka :

  • They’ll quite likely invite you out to eat in a restaurant when you’re staying with them. (Mereka paling/sangat mungkin akan mengundang anda untuk makan di sebuah restoran ketika anda tinggal bersama mereka)

It’s likely that + klausa

Likely sangat sering digunakan dengan kata ‘it’ sebagai pendukung subyek:

  • It’s unlikely that this afternoon’s session will last very long. It should be over by five o’ clock. (Sepertinya tidak mungkin bahwa sesi siang ini akan berlangsung sangat lama. Ini seharusnya selesai pukul lima)
  • It’s more than likely that I shall see Chris in Cambridge. I am almost certain to bump into him, in fact. (Itu lebih dari mungkin bahwa saya akan bertemu Chris di Cambridge. Saya hampir yakin berpapasan dengan dia, sebenarnya)

To be +  likely to + infinitive

Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan struktur to be + unlikely to + infinitive dengan subyek normal. Tetapi kata probable / probably tidak dapat digunakan dengan cara ini:

  • This afternoon’s session is unlikely to last very long. (Sesi siang ini sepertinya tidak mungkin berlangsung sangat lama)
  • I’m unlikely to be back late from the meeting. (Saya sepertinya tidak mungkin kembali terlambat dari pertemuan / rapat)
  • Are you likely to be staying in when you get back? (Apakah mungkin kamu tinggal ketika kamu kembali?)
  • The authorities are likely to be hard pressed to respond to the disaster. (Pihak yang berwajib sepertinya mungkin kesulitan untuk merespon bencana alam ini)

Catatlah bahwa jika kita ingin menggunakan kata probably sebagai alternatif dalam contoh diatas, maka perlu untuk menyusun ulang frase dalam kalimat menjadi seperti berikut:

  • This afternoon’s session will probably finish quite early. (Sesi siang ini mungkin akan selesai cukup awal)
  • I shall probably be back quite early from the meeting. (Saya mungkin akan kembali cukup awal dari pertemuan / rapat)
  • Will you probably stay in when you get back? (Mungkinkah kamu akan tinggal ketika kamu kembali?)
  • The authorities will probably be hard pressed to respond to the disaster. (Pihak yang berwajib mungkin akan kesulitan untuk merespon bencana alam ini)

 

Sumber:

http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/grammar/learnit/learnitv275.shtml